← Kembali ke Daftar Berita

Dari TSTH2, Riset Benih Bawang Putih Menguatkan Jalan Menuju Swasembada

Dari TSTH2, Riset Benih Bawang Putih Menguatkan Jalan Menuju Swasembada

03 Juni 2025 — Program riset budidaya dan pengembangan benih bawang putih yang dijalankan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia resmi ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Institut Teknologi Del dan Kementerian Pertanian.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem perbenihan bawang putih nasional melalui kegiatan riset, pengembangan teknologi budidaya, serta produksi benih berkualitas. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi dalam negeri dan mendukung upaya menuju swasembada bawang putih Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, TSTH2 akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan benih bawang putih. Salah satu varietas yang akan dikembangkan melalui program ini adalah Sangga Sembalun, varietas bawang putih lokal yang memiliki potensi untuk diperbanyak dan dikembangkan sebagai bagian dari penguatan produksi nasional.

Membangun Fondasi Perbenihan Bawang Putih

Ketersediaan benih berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas bawang putih. Benih yang sehat, bermutu, dan memiliki karakter varietas yang terjaga akan mendukung pertumbuhan tanaman serta menghasilkan produksi yang lebih optimal.

Melalui kerja sama ini, kegiatan pengembangan bawang putih akan dilakukan dengan pendekatan berbasis riset. Program tidak hanya diarahkan pada produksi benih, tetapi juga pada pengamatan pertumbuhan, evaluasi produktivitas, pengujian adaptasi varietas, pemeliharaan kesehatan tanaman, serta penyempurnaan teknik budidaya.

Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi budidaya yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan mendukung pengembangan benih bawang putih secara berkelanjutan.

TSTH2 sebagai Pusat Riset dan Pengembangan

TSTH2 memiliki ekosistem yang mengintegrasikan kegiatan penelitian, fasilitas laboratorium, rumah kaca, lahan budidaya, serta pengembangan teknologi pertanian. Dukungan tersebut memungkinkan proses penelitian dan produksi benih dilakukan secara terintegrasi, mulai dari tahap awal pengembangan hingga penerapannya di lapangan.

Sebagai pusat penelitian dan pengembangan, TSTH2 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, petani, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan produksi bawang putih dalam negeri.

Program ini juga membuka peluang bagi peningkatan kapasitas petani dan tenaga teknis melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, serta transfer pengetahuan mengenai produksi benih dan teknologi budidaya bawang putih.

Sangga Sembalun sebagai Salah Satu Varietas yang Dikembangkan

Sangga Sembalun menjadi salah satu varietas yang akan dikembangkan dalam program riset ini. Pengembangan varietas tersebut akan diarahkan untuk mendukung ketersediaan benih, menjaga mutu varietas, serta meningkatkan potensi produksinya.

Meskipun Sangga Sembalun menjadi salah satu fokus pengembangan, program riset ini tidak terbatas pada satu varietas. Ke depan, penelitian dapat diperluas terhadap berbagai varietas bawang putih lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan sesuai dengan karakteristik wilayah budidaya.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pilihan varietas yang lebih beragam serta memperkuat ketahanan sistem produksi bawang putih nasional.

Mendukung Kemandirian Bawang Putih Nasional

Penandatanganan MoU antara Institut Teknologi Del dan Kementerian Pertanian menjadi awal dari kolaborasi riset yang menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan pembangunan pertanian nasional.

Melalui pengembangan benih berbasis penelitian, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan benih bermutu, meningkatkan kapasitas produksi, serta mendukung pengembangan kawasan budidaya bawang putih secara berkelanjutan.

Program ini sekaligus menegaskan peran TSTH2 sebagai pusat riset dan inovasi pertanian yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di lapangan.

Dengan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, peneliti, dan petani, pengembangan benih bawang putih di TSTH2 diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kemandirian serta memperkuat jalan Indonesia menuju swasembada bawang putih.