← Kembali ke Daftar Berita

Kutipan Kesan terhadap TSTH2

Kutipan Kesan terhadap TSTH2

Rabu, 1 April 2026 — oleh Ossy Dermawan


“Kementerian ATR/BPN mendukung penuh ikhtiar dan niat baik dalam menunjukkan kemandirian pangan bagi masyarakat kita. Tentunya kepastian tata ruang dan kepastian atas tanah menjadi aspek utama yang akan diberikan oleh Kementerian ATR/BPN.”
“Tentunya kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan di Institut Teknologi Del maupun TSTH2. Jika kita ingin mengambil keputusan, menetapkan kebijakan, ataupun menganalisis suatu permasalahan, hal tersebut harus didasarkan pada data, bukan semata pada asumsi atau prediksi.”
________________________________________
Rabu, 1 April 2026 — oleh Luhut Binsar Pandjaitan
“Menurut saya, apa pun yang mau kita kerjakan, itu dalam konteks ketahanan harus ada studi atau riset. Jadi dengan studi riset ini kita punya data. Data itulah yang nanti kita bisa menjalankan. Jadi tidak bisa asal mau kita saja.”
“Harus kita padukan dalam satu program teamwork yang bagus. Jadi harus berperan semua. Tadi saya kira kita sudah lihat dari semua bidang menyampaikan pikirannya, semua studi tinggal sekarang bagaimana kita melaksanakan.”

1 April 2026 — Victor Tinambunan (Ephorus HKBP)

"Pengelolaannya TSTH2 ini harus senantiasa memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dan menghormati hak-hak masyarakat adat. Tanggung jawab kita kepada generasi mendatang adalah mewariskan mata air, bukan air mata,"
Sabtu, 24 Januari 2026 — oleh Surya - Wakil Gubernur Sumut

“TSTH2 bukan sekadar proyek daerah atau laboratorium penelitian. Kawasan ini adalah ladang masa depan, tempat ilmu pengetahuan tumbuh dari desa dan dataran tinggi Humbang Hasundutan untuk berkontribusi nyata bagi ekonomi nasional.”
“Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar. Melalui TSTH2, kami ingin menjadikan Sumatera Utara sebagai sentra riset dan produksi benih unggul adaptif lokal, sekaligus mendukung kemandirian benih hortikultura di Sumatera dan sekitarnya.”
“Target akhirnya adalah peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja baru, regenerasi petani muda, dan penguatan ekonomi desa.”
“TSTH2 adalah perwujudan konkret dari semangat membangun dari kekuatan lokal, memajukan dengan ilmu pengetahuan, dan membuka jalan bagi Indonesia tampil sebagai kekuatan bioekonomi global.”
“Kami memastikan TSTH2 tidak berhenti di riset, tetapi bergerak sampai ke hilirisasi dan pasar.”
“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap berjalan bersama pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan TSTH2 sebagai warisan inovasi Indonesia bagi generasi mendatang.”
24 Januari 2026 - Vickner Sinaga (Bupati Dairi)

“Kami berharap keberadaan TSTH2 tidak hanya memberikan manfaat bagi Kabupaten Humbang Hasundutan, tetapi juga bagi Kabupaten Dairi dan wilayah sekitarnya, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian, herbal, dan hortikultura yang berkelanjutan"

19 September 2025 - Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan)

"Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura ini merupakan KHDTK Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus, ada 35 KHDTK di Indonesia dan ini merupakan salah satu yang paling baru. Dengan segala otoritas yang kami miliki di Kehutanan kami akan mendukung sepenuhnya pengembangan KHDTK TSTH2 ini," 
"TSTH2 ini sangat sejalan dengan program prioritas Pak Presiden Prabowo Subianto terkait food estate dan ketahanan pangan, dimana membutuhkan bibit dan tanaman yang berkualitas,"

 

 

 

 

 

19 Sept 2025 - Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian)

“Saya berharap bahwa TSTH ini betul-betul bisa mengembangkan genome sequencing dan juga untuk produk yang bisa nanti langsung link and match dengan industrinya. Kami akan terus dorong industri yang membutuhkan bahan baku agro untuk terus mengembangkan bibitnya,” 
“Untuk itu, kami mengapresiasi dibangunnya TSTH2 di Humbang Hasundutan supaya dapat mendorong kemandirian pangan nasional dan hilirisasi SDA unggulan. Harapannya, kawasan ini dapat mendukung riset dan hilirisasi produk pertanian, khususnya herbal dan hortikultura, sebagai bahan baku industri farmasi dan juga industri mamin,” 
19 September 2025 — oleh Zulkifli Hasan - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan
"Kemandirian pangan akan semakin kuat dengan dukungan riset, teknologi, dan pemanfaatan sumber daya lokal seperti tanaman herbal. TSTH2 bisa jadi lokomotifnya,"

19 September 2025 — oleh Luhut Binsar Pandjaitan
"Inovasi yang lahir di sini tentu tidak boleh berhenti di laboratorium. Harus masuk industri, mengisi pasar, dan memberi nilai tambah ekonomi. Ini bagian dari strategi besar kita dalam membangun kemandirian bahan baku nasional,"

19 Sept 2025 - Bobby Nasution (Gubernur Sumatera Utara)
“Melalui langkah kolaborasi ini, kita semua yakin pengembangan TSTH2 ini akan memberikan inovasi dan solusi atas tantangan dan permasalahan pertanian kita, sehingga membawa dampak nyata bagi ketahanan pangan nasional khususnya di Provinsi Sumatera Utara,” 
11 Juli 2025 — Ni Luh Puspa (Wakil Menteri Pariwisata RI)

“TSTH2 adalah pusat penelitian bibit unggul dan tanaman herbal berskala internasional. Ini sejalan dengan program Pariwisata Naik Kelas Kemenparekraf, yang mendorong destinasi berkualitas dan berbasis minat khusus seperti agrowisata, wisata edukasi, dan gastronomi,”
“Kami berharap inovasi seperti ini bisa dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata,”

 

 

18 Mei 2025 — oleh Gibran Rakabuming Raka - Wakil Presiden RI


“Saya baru saja meninjau Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, yang telah melakukan riset dan hilirisasi produk herbal dan hortikultura untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.”
“Saya sangat terkesan dengan pengembangan hilirisasi kemenyan yang dilakukan di TSTH2. Ini adalah contoh nyata bagaimana kita dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memanfaatkan potensi sumber daya alam kita. Saya berharap hilirisasi kemenyan dapat menjadi contoh bagi pengembangan produk lokal lainnya.”
“TSTH2 dapat menjadi pusat penyedia bibit unggul dalam negeri dan mempercepat swasembada pangan nasional. Generasi muda harus dilibatkan aktif dalam pertanian dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi yang dikembangkan di TSTH2. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemandirian pangannya dan menjadi lebih maju di masa depan.”


15 April 2025 — Sherly Tjoanda Laos (Gubernur Maluku Utara)


“Kami sangat mengapresiasi kesempatan ini. Dari Taman STH2, saya melihat harapan baru bagi masa depan ketahanan pangan Indonesia Timur. Kami berharap riset-riset yang dilakukan di sini dapat menghasilkan bibit unggul beras, rica, dan tomat yang tahan terhadap hama dan cuaca ekstrem—disesuaikan dengan kondisi geografis Maluku Utara, Maluku, dan Papua,”
“Indonesia memiliki banyak peneliti muda dan cerdas. Dengan dukungan yang tepat, mereka mampu menciptakan inovasi yang menjawab tantangan pangan kita. Dari Humbang, Sumatera Utara, kami membawa pulang semangat dan ilmu untuk memperkuat pertanian dan kedaulatan pangan di timur Indonesia,”

 


15 April 2025 - Dr. Oloan P Nababan (Bupati Humbang Hasundutan)

“Kami sangat mengharapkan agar program Food Estate dan TSTH2 berkelanjutan. Kami juga minta dukungan kepada bapak Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, agar program Sekolah Rakyat di Kabupaten Humbahas, sebagai salah satu misi Presiden RI agar terwujud”

 

 

 

 

 

3 Mar 2025 - Diana Kusumastuti (Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU)

"Tidak hanya berfokus pada produksi, TSTH2 juga dirancang untuk menjadi pusat penelitian berstandar internasional yang akan mengembangkan obat-obatan herbal berbasis riset ilmiah serta menjadi sumber bibit unggul untuk sektor pertanian, khususnya hortikultura, di wilayah Kab. Humbang Hasundutan" 
11 Des 2024 - Satryo Soemantri Brodjonegoro (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek)

“TSTH2 ini sangat layak dijadikan kawasan sains dan teknologi. Dengan status yang baru akan lebih banyak peluang dan insentif dan kemungkinan menjadi lebih besar karena hal ini sangat dibutuhkan oleh Indonesia,” 
“Selain teknologi genomik, akan diterapkan pula teknologi lain di bidang pertanian, seperti teknologi untuk irigasi hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu program pertanian,”  

 

 

 

 

16 Oktober 2024 - Joko Widodo (Presiden Indonesia)

"Hujan dan panas yang sulit diprediksi menyebabkan produksi pangan hampir di semua negara menurun, sehingga dunia kini menghadapi ketakutan akan krisis pangan,"

“ Di negara kita sendiri saya lihat riset-riset pangan dan hortikultura masih jauh ketinggalan dari negara lain, misalnya urusan kopi saja, produksi per hektar kita cuma 2-2,3 ton per hektar, negara lain bisa 8-9 ton per hektar. Artinya bibit, benih unggul yang kita miliki kalah dari mereka. Padi juga sama, per hektar kita baru 5,2 ton negara lain bisa sampai 7 ton, artinya riset di sini kita masih kalah dengan negara lain,"

“Saya berharap dengan adanya Pusat Riset ini, hasil pertanian seperti kemenyan, kopi, padi, kentang, bawang merah, dan bawang putih dapat ditingkatkan produktivitasnya. Serta pentingnya kerjasama dengan berbagai negara untuk mendapatkan bibit unggul yang dapat meningkatkan hasil pertanian Indonesia,”

 


25 Agt 2024 - Sahat Manaor Pangabean (Kepala Badan Karantina Indonesia)

“Ini adalah Proyek Strategis Nasional dan ini bagus karena ini kerja sama antara Indonesia dan China. Keanekaragaman hayati kita ini perlu kita identifikasi, perlu kita kawal dengan baik, kita jaga dengan baik. Nah itu menunjukkan kita sebenarnya negara yang punya keanekaragaman hayati,” 
“Bahwa ini juga sudah diperiksa hasilnya, tidak mengandung nama penyakit dan juga kalau kita perhatikan tadi ada barcode-nya, ada traceability di situ. Jadi semua data terkait dengan tanaman ini ada semua dan bisa kita melakukan traceability. Nah ini data yang masuk dari karantina itu ada sekitar 1.325 jenis yang terkoleksi di data di karantina,”

 

 

 

 

 

 

23 Feb 2023 - Edy Rahmayadi (Gubernur Sumatera Utara)

"Ini akan sangat membantu perkembangan pertanian kita terutama dalam hal riset dan sistem pertanian, kita tentu akan berikan dukungan penuh," 
"Teknologi akan sangat membantu pertanian melalui rekayasa genetika tanaman, bio teknologi dan lainnya,"