← Kembali ke Daftar Berita

TSTH2 Membangun Laboratorium Berkelas Dunia melalui Penerapan Standar ISO

TSTH2 Membangun Laboratorium Berkelas Dunia melalui Penerapan Standar ISO

6–7 Februari 2026 — Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) menyelenggarakan pelatihan penerapan standar ISO sebagai langkah strategis dalam membangun laboratorium yang kompeten, profesional, dan tepercaya. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1, Gedung Manajemen TSTH2.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya TSTH2 dalam mempersiapkan sistem pengelolaan laboratorium yang terstruktur sekaligus memperkuat kesiapan menuju proses akreditasi. Melalui pemahaman standar yang tepat, laboratorium diharapkan mampu menjaga konsistensi proses kerja, menjamin validitas hasil, dan meningkatkan kepercayaan terhadap layanan pengujian maupun penelitian yang dilakukan.

“Penerapan standar ISO merupakan langkah awal yang strategis untuk menjadi laboratorium yang kompeten dan tepercaya. Melalui pemahaman standar yang tepat, laboratorium dapat membangun sistem mutu yang terstruktur, memastikan hasil yang valid, dan memperkuat kesiapan menuju akreditasi,” ujar Direktur TSTH2, Sri Fatmawati, Ph.D.

Menurut Sri Fatmawati, pelatihan tersebut menandai dimulainya transformasi laboratorium TSTH2 menuju institusi yang semakin kredibel, profesional, dan berdaya saing.

Membangun Sistem Mutu yang Terstruktur

Laboratorium yang kompeten tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan instrumen dan fasilitas yang memadai. Keandalan laboratorium juga bergantung pada sistem kerja yang terdokumentasi, kompetensi personel, ketertelusuran proses, pengendalian mutu, serta konsistensi dalam menjalankan prosedur.

Melalui pelatihan ini, staf laboratorium memperoleh pemahaman mengenai prinsip-prinsip sistem manajemen mutu yang perlu diterapkan dalam seluruh aktivitas laboratorium. Penerapan tersebut mencakup perencanaan kegiatan, pelaksanaan pengujian, pengelolaan dokumen dan data, pemeliharaan serta kalibrasi peralatan, evaluasi kompetensi personel, pengendalian risiko, hingga penanganan ketidaksesuaian.

Sistem mutu yang terstruktur diperlukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan metode yang jelas, konsisten, dan dapat ditelusuri. Dengan demikian, hasil pengujian dan penelitian yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah serta memiliki tingkat keandalan yang tinggi.

Hal ini menjadi penting karena hasil laboratorium akan menjadi dasar bagi berbagai kegiatan TSTH2, mulai dari pengembangan bahan baku, penelitian tanaman herbal dan hortikultura, pengujian mutu dan keamanan, hingga hilirisasi produk berbasis biodiversitas.

ISO sebagai Budaya Kerja

Penerapan standar ISO bukan sekadar upaya untuk memenuhi persyaratan administratif atau memperoleh pengakuan formal. Lebih dari itu, ISO merupakan proses membangun budaya mutu, integritas, dan perbaikan berkelanjutan di kalangan staf laboratorium TSTH2.

Budaya mutu mendorong setiap personel untuk melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur, menjaga ketelitian, dan bertanggung jawab terhadap kualitas setiap proses. Integritas diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh data dan hasil pengujian dicatat, dikelola, serta dilaporkan secara benar dan transparan.

Sementara itu, prinsip perbaikan berkelanjutan mendorong laboratorium untuk terus mengevaluasi sistem kerja, mengidentifikasi kekurangan, dan melakukan penyempurnaan secara konsisten. Setiap hasil evaluasi tidak hanya dipandang sebagai temuan administratif, tetapi sebagai peluang untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan laboratorium.

Penerapan prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar dalam memperkuat komitmen TSTH2 terhadap keunggulan. Dengan budaya kerja yang berorientasi pada mutu, laboratorium diharapkan mampu menjaga kepercayaan mitra dan memastikan bahwa setiap hasil yang dikeluarkan memenuhi standar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Komitmen sebagai Fondasi Utama

Selama pelatihan, komitmen menjadi salah satu pesan utama yang ditekankan kepada seluruh peserta. Kompetensi teknis dan kelengkapan dokumentasi merupakan unsur penting dalam penerapan standar ISO. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada komitmen kepemimpinan dan keterlibatan seluruh anggota tim.

Penerapan standar tidak dapat dilakukan oleh satu individu atau satu bagian saja. Sistem mutu membutuhkan keterlibatan seluruh personel, mulai dari pimpinan, manajer laboratorium, analis, peneliti, teknisi, hingga staf administrasi.

Komitmen pimpinan diperlukan untuk memastikan tersedianya kebijakan, sumber daya, fasilitas, serta dukungan bagi peningkatan kompetensi personel. Di sisi lain, setiap anggota tim memiliki tanggung jawab untuk menjalankan prosedur secara konsisten, menjaga integritas data, melaporkan ketidaksesuaian, dan terlibat dalam proses evaluasi serta perbaikan.

Keterlibatan penuh seluruh tim menjadi fondasi agar sistem mutu tidak hanya tersusun dalam dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas laboratorium sehari-hari.

Memperkuat Kredibilitas Riset TSTH2

Penguatan laboratorium menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem riset TSTH2. Laboratorium dengan sistem mutu yang terstruktur akan mendukung pelaksanaan penelitian yang lebih andal, dapat ditelusuri, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keandalan hasil laboratorium juga berperan penting dalam mendukung standardisasi bahan baku, karakterisasi senyawa, pengujian mutu dan keamanan, pengembangan teknologi ekstraksi dan formulasi, serta hilirisasi hasil penelitian menjadi produk bernilai tambah.

Dengan penerapan standar yang konsisten, TSTH2 diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, regulator, industri, dan berbagai mitra kolaborasi terhadap kapasitas laboratorium yang dimiliki.

Penguatan sistem mutu juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang penelitian, pengujian, pengembangan teknologi, pemanfaatan fasilitas bersama, serta pengembangan produk herbal dan hortikultura yang memenuhi persyaratan mutu.

Menuju Laboratorium Profesional dan Berdaya Saing

Pelatihan penerapan standar ISO menjadi awal dari proses penguatan mutu laboratorium TSTH2 secara berkelanjutan. Setelah membangun pemahaman dasar, tahapan berikutnya memerlukan penyusunan dan penerapan sistem, peningkatan kompetensi personel, evaluasi berkala, audit internal, serta tindak lanjut terhadap setiap temuan dan ketidaksesuaian.

Melalui proses tersebut, TSTH2 menegaskan komitmennya untuk membangun laboratorium yang tidak hanya unggul dari sisi instrumen dan fasilitas, tetapi juga memiliki tata kelola, kompetensi, budaya kerja, dan sistem mutu yang kuat.

Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi TSTH2 sebagai pusat riset herbal dan hortikultura yang kredibel serta mampu menghasilkan data, teknologi, dan inovasi yang diakui secara nasional maupun internasional.

Bagi TSTH2, perjalanan menuju laboratorium berkelas dunia dimulai dari fondasi yang sama: komitmen untuk menjaga mutu, menjunjung integritas, dan terus melakukan perbaikan dalam setiap proses.